https://studiolentera.com/

Studio Lentera

Cara Menyikapi Cuaca Panas Ekstrem agar Rumah Tetap Nyaman

Cara Menyikapi Cuaca Panas Ekstrem

Cuaca panas ekstrem membuat kebakaran hutan sulit dipadamkan dan lama ditangani. Data SIPONGI KLHK mencatat 202.010,96 hektare lahan terbakar pada Januari–Agustus 2026. Per 12 Oktober, satelit Kementerian Kehutanan masih mendeteksi 1.085 hotspot berkepercayaan tinggi sebagai indikasi titik api.

Hotspot tersebar di Kalimantan Tengah (227), Sumatra Selatan (147), dan Kalimantan Selatan (113). Menurut BMKG, kualitas udara di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi masih berkategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

 

Mengapa Cuaca Panas Ekstrem Mempersulit Pemadaman

BMKG memperkirakan El Niño bertahan hingga awal 2027 dan memperpanjang hari tanpa hujan. Hujan yang turun umumnya bersifat lokal dan belum memperbaiki kekeringan secara merata. Akibatnya, peluang hujan alami untuk membantu pemadaman pun terbatas.

Kekeringan mengubah lahan gambut menjadi bahan bakar yang mudah menyala. Menurut pakar IPB University, Bambang Hero Saharjo, bara bisa bertahan di dalam gambut. Api di permukaan mungkin tampak padam, padahal bara dapat menyala lagi. Selain itu, muka air yang turun membuat sumber air untuk pemadaman sangat terbatas.

Namun, cuaca bukan satu-satunya faktor. CELIOS menilai karhutla tahun ini tidak semata anomali cuaca. Kerentanan gambut akibat industri ekstraktif turut menjadi pemicu.

Panas ini tidak berhenti di kawasan hutan. Suhu tinggi, bahkan asap di wilayah terdampak, ikut terasa sampai ke rumah kita. Oleh karena itu, kita perlu menyikapinya sejak sekarang.

               (Baca juga: 34.262 Titik Api yang Mengancam Masa Depan Manusia) 

 

Menyikapi Cuaca Panas Ekstrem di Dalam Rumah

 

Rumah yang adaptif membantu penghuninya melewati panas tanpa bergantung penuh pada pendingin udara. Mulailah dari langkah sederhana berikut.

– Atur waktu membuka jendela. Buka jendela pada pagi hari atau menjelang malam, saat udara mulai sejuk, seperti saran detikProperti. Pada siang hari, tutup kembali agar udara panas tidak masuk. Di wilayah terdampak asap, cek kualitas udara BMKG sebelum membuka jendela.

– Alirkan udara dengan ventilasi silang. Bukaan di dua sisi yang berseberangan membuat udara bergerak melintasi ruangan. Prinsip ventilasi alami ini membantu membuang panas yang menumpuk.

– Tahan panas sebelum masuk. Tirai berwarna terang atau kaca film surya mengurangi panas dari jendela. Selain itu, tanaman berdaun lebar di dekat jendela membantu menyejukkan udara lewat penguapan.

– Kurangi sumber panas dari dalam. Cabut perangkat elektronik yang tidak terpakai karena ikut menambah panas. Exhaust fan di ruang yang pengap membantu mengeluarkan udara hangat.

Jika rumah tetap terasa panas, minta arsitek menilai orientasi bukaan dan peneduhnya. Arsitek dapat membaca arah matahari dan angin untuk menentukan perbaikan yang tepat.

              (Baca juga: Ventilasi Silang pada Rumah)

 

Menjaga Diri dan Lingkungan Sekitar

Menurut BMKG, kita sebaiknya minum air secara berkala meski belum haus. Kurangi aktivitas di luar rumah pukul 11.00–15.00 WIB. Beri perhatian khusus bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Kemenkes menyarankan pakaian ringan dan longgar, serta menghindari warna gelap yang menyerap panas. Waspadai gejala seperti kram, pusing, mual, atau urine pekat. Bila gejala bertahan, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di lingkungan sekitar, hindari membakar sampah, terutama saat cuaca kering dan berangin. Bersihkan daun kering dari halaman dan jauhkan barang mudah terbakar dari sumber panas. Segera laporkan asap atau api kepada pemadam kebakaran, BPBD, atau aparat setempat, sesuai pengingat ANTARA.

Cuaca panas ekstrem memang tidak bisa kita hentikan. Namun, rumah yang adaptif dan terawat tetap membantu penghuninya bertahan. Bagi Studio Lentera, rumah yang inspiratif mampu beradaptasi dengan iklim sekitarnya. Temukan lebih banyak gagasan inspiratif untuk hunian tropis.

Baca Artikel Lainnya

Konsultasikan Desain Rumah Impian Anda?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *